Ripple Kembali Naik

Mata uang digital terbesar kedua di dunia Ripple(XRP) di lihat dari segi volume. Terakhir ini telah mencetak level tertinggi dalam sepanjang pertama di perkenalkan. Ripple sendiri merupakan saingan utama Bitcoin dalam pasar cryptocurrency. Ripple pun bekerja sama dengan perusahaan besar yang berurusan dengan institusi keuangan besar, serta telah membantu koin digitalnya XRP.

Melansir CNBC, CoinMarketCap, Ripple rally lebih dari 49.500% selama 12 bulan terakhir. Selain itu, situs tersebut mencatat Koin digital tersebut melonjak 29% ke posisi tertinggi sepanjang masa, yakni USD3.20. Selain menurut situs Wet, Ripple, dan XRP kini memiliki kapitalisasi pasar sebesar USD122,7 miliar, dan tetap solid di posisi kedua setelah bitcoin dengan memiliki angka pasar sekitar USD251 miliar. Selama 12 bulan berjaya, Ripple memiliki performa yang luar biasa, pasalnya menurut situs CoinMarketCap Ripple telah meningkat lebih dari 49.500%, dan lebih dari 160% dalam sepekan terakhir.

Sebagai informasi bahwa Ripple berbeda dari Bitcoin, Ripple ialah perusahaan yang telah menciptakan koin yang dikenal sebagai XRP yang ditujukan untuk perusahaan. Berdasarkan teknologi blockchain, Ripple memasarkan perusahaannya sebagai solusi pembayaran lintas batas untuk institusi keuangan besar. Adapun keunggulan dari koin digital tersebut yakni tidak membutuhkan waktu lama bagi transaksinya dan juga menggunakan biaya tinggi, yang menjadi hambatan utama perbankan kala mereka harus melakukan transaksi dengan volume tinggi, namun bernilai rendah.

Di sisi lain, Ripple mencoba memecahkan masalah itu melalui teknologi yang dimilikinya. XRP dapat digunakan oleh perusahaan untuk mendapatkan likuiditas instan yang dibutuhkan dalam transaksi yang bernilai tinggi, tanpa harus membayar biaya. XRP juga bertindak sebagai jembatan antara mata uang fiat selama transaksi berlangsung. Pihak Ripple mengungkapkan bahwa transaksi di XRP dapat diselesaikan dalam empat detik, lebih cepat daripada kripto yang ada saat ini.

Ripple pun telah melakukan uji coba dengan sejumlah lembaga keuangan, termasuk American Express, dan Santander. Dengan begitu, dapat memberikan dampak, yakni harga yang ditawarkan juga terbantu oleh berita di Desember bahwa SBI Holdings Jepang, dan SBI Ripple Asia, sebuah konsorsium dengan perusahaan kartu kredit Jepang untuk memanfaatkan blockchain. Perlu diketahui bahwa blockchain merupakan teknologi yang mendasari semua mata uang digital, termasuk Ripple.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *